Sikap seseorang menentukan kinerja dan prestasinya. Sama seperti seorang pilot yang mengubah sikap sayap dan hidung pesawat ke atas, maka pesawat tersebut akan naik. Kinerja pesawat tersebut ditentukan oleh sikap sayap dan hidung pesawat tersebut. Demikian halnya dengan kemajuan dan pertumbuhan iman kita ditentukan oleh sikap kita, dalam hal merespon setiap masalah dan tantangan yang kita alamai dalam hidup kita. Apakah kita akan bersikap mengandalkan kekuatan diri sendiri, koneksi kita, kekayaan kita, atau kita mengandalkan Tuhan untuk menyelesaikan persoalan kita. Rasul Paulus ketika menulis surat kepada jemaat di Filipi mengatakan, ”Hendaklah kalian berjiwa seperti Kristus” (Filipi 2:5). Kristus adalah teladan sempurna bagi kita untuk belajarRead More →

“…ada orang yang tidak tertib hidupnya …” (2Tesalonika 3:11) Untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup kita, bukan hanya kerja keras yang dibutuhkan. Kerja keras tanpa didukung dengan disiplin yang tinggi, akan sia-sia belaka. Pengalaman hidup orang-orang yang telah mencapai sukses telah membuktikan bahwa dengan disiplin yang tinggi, keberhasilan akan dapat diraih. Memang ada harga yang harus dibayar dan itu bukanlah harga yang murah. Kedisiplinan menurut kemauan dan pengorbanan. Hal-hal apa saja yang harus kita perhatikan untuk sebuah kedisiplinan yang membawa keberhasilan dan kesuksesan? Kita harus memiliki perencanaan (Amsal 24:6). Dengan sebuah perencanaan yang baik, kita akan dapat mencapai hasil yang baik pula. Perencanaan ituRead More →

Barangsiapa setia dalam perkera-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkera-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. (Lukas 16:10) Dua ekor harimau suatu hari sedang berdiskusi, mereka membicarakan bagaimana cara memakan seekor gajah yang besar? Salah satu dari mereka berpikir, kalau langsungditelan tentu tidak bisa, ini sutu yang mustahil, tapi kalau bisa ini mungkin akan membuat perut kenyang untuk berbulan-bulan. Harimau yang lain berkata, kita harus memakannya sedikit-demi sedikit, satu gigitan demi satu gigitan. Sering orang menjadi frustasi ketika menghadapi masalah yang besar, karena mereka ingin menyelesaikan masalah itu secepat mungkin. Pastilah tidak akan pernah bisa. SegalaRead More →

Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” (Markus 5:36) Takut dan percaya merupakan dua kata yang selalu bertentangan satu dengan yang lainnya. Ketakutan dan percaya tidak bisa berjalan seiring. Keduanya benar-benar berbeda. Bila kita hidup dengan percaya, maka ketakutan dengan segera menyingkir. Sebaliknya bila ketakutan menguasai maka kepercayaan kita akan luntur. Orang benar akan hidup oleh percayanya, yaitu oleh imannya. Ketakutan adalah lawan dari iman. Hidup dalam iman dapat juga diartikan sebagai hidup tanpa iman. Ketakutan mempunyai kekuatan untuk menarik dan mengambil hal-hal ysang berharga dalam hidup kita, seperti : damai sejahtera, sukacita, kebahagiaan, kasih, penguasaanRead More →

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus (Efesus 6:18) Sudah sering kita mendengar sebuah pernyataan tentang doa, yang mengatakan bahwa doa adalah seperti nafas bagi orang percaya. Artinya, sama seperti manusia hidup membutuhkan nafas kehidupan, demikian halnya dengan doa bagi orang percaya. Kehidupan rohani kita akan tetap bugar, sehat, tetap kuat sekalipun mengalami persoalan, berkemenangan sekalipun dalam kesesakan, hanya jika kita berdoa. Tanpa doa, maka secara rohani, kita akan menjadi lemah, bahkan mengalami kematian rohani. Kalau hal ini yang terjadi, maka tidak heran banyak orang Kristen mengalami kejenuhan mental dan emosional,Read More →

–sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat– (2Korintus 5:7) Di tengah-tengah pergumulan dan tantangan yang sedang kita alami saat ini, Allah ingin agar kita hidup dengan satu pengertian bahwa segala sesuatu adalah mungkin. Ketika sara tertawa mendengar kabar bahwa dirinya dan Abraham akan dikaruniai seorang anak, padahal mereka sudah sangat tua, malaikat menjawab, “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?…” (Kejadian 18:14). Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi, Dia pasti mampu melakukan-Nya. Tugas kita adalah percaya. Ishak dilahirkan ketika Abraham mendekati 100 tahun dan Sara 90 tahun. Hal yang sama jiga dialami oleh nabi Yeremia, ketika Allah mengutus Yeremia membeli sebidang tanahRead More →