Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28) Hanya orang yang beriman yang benar-benar percaya bahwa Allah berkuasa untuk mengendalikan kehidupannya. Kita mungkin biasa menghadapi keadaan seperti apa adanya, mengatakan Allah mengendalikannya, tetapi kita benar-benar mempercayai perkataan itu. Kita bersikap seolah-olah semua hal yang terjadi dikendalikan sepenuhnya oleh manusia. Untuk menjadi setia dalam segala keadaan berarti kita hanya memiliki satu kesetiaan, atau tujuan dari iman kita, Tuhan Yesus Kristus. Allah mungkin saja mengijinkan situasi di sekitar kita kacau balau secara tiba-tiba, yang dapat membuatRead More →

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. (Mazmur 27:10) Bila kita berkali-kali dikhianati oleh orang yang kita kasihi, kemungkinan sikap kita bisa berubah menjadi biasa-biasa saja terhadap orang tersebut, atau bahkan menjadi acuh tak acuh. Harapan kita pasti selalu merindukan orang-orang yang kita kasihi dan kita cintai juga mengasihi dan mencintai kita, tetapi kenyataan hidup bisa berubah menjadi sebaliknya. Kalau tindakan khianat ternyata sangat menyakitkan, bahkan membuat hati mengalami kepahitan, maka janganlah sekali-kali kita membuat orang yang paling dekat dengan kita mengalami hal yang menyakitkan karena kita telah tidak setia lagi bahkan sampai mengkhianati mereka. Tetapi sadarkah kita, bahwa sesungguhnya kadangkala kitaRead More →

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mazmur 67:4) Ketika semua harga barang naik dan kebutuhan meningkat, sementara gaji tidak naik, dapatkah kita mengucap syukur kepada Allah? Harusnya dapat, karena mengucap syukur adalah sikap hati, tidak tergantung situasi dan kondisi. Kita bersyukur karena mengerti bahwa segala sesuatu yang terjadi selalu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya. Kita juga bersyukur karena segala perbuatanNya adil dan benar. Kita patut besyukur karena hari ini masih bisa bernafas, sementara ada banyak orang yang terbaring di rumah sakit dengan bantuan tabung oksigen. Apa yang terjadi ketika kita mengucap syukur? Dengan bersyukur kita mengakui kedaulatan Allah atasRead More →

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35) (TB) Mengasihi adalah perintah dari Tuhan Yesus. Jadi mengasihi bukan hanya kewajiban, yang bila dikerjakan sudah selasai. Tetapi sebuah perintah yang harus dilakukan secara terus menerus, sama seperti Tuhan Yesus sudah mengasihi kita. Kasih Tuhan Yesus kepada manusia ialah : Kasih tanpa syarat Dalam kitab Imamat 19:18, Allah memberikan perintah, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Siapakah sesamaku manusia? Tuhan Yesus dalam menjawab pertanyaan iniRead More →

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya (Mazmur 146:5) Siapakah Yakub, yang dulunya si penipu yang akhirnya dipilih Allah untuk melahirkan duabelas suku Israel? Dan setiap orang yang percaya kepada Allah-nya akan disebut berbahagia? Setelah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Allah bahkan bergumul langsung dengan Allah, Yakub menjadi orang yang hidupnya berkenan kepada Allah, bahkan tercatat dalam Alkitab dalam daftar orang beriman. (Ibrani 11:9,20,21). Dari kisah ini kita menjadi tahu bahwa jalan Tuhan bukan jalan manusia. tuhan bisa memakai siapa saja menjadi alat-Nya sesuai dengan kehendak Tuhan. Mungkin diantara kita ada seseorang yang hidupnya seperti Yakub atau melebihi YakubRead More →

“Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum Tuhan, ketika kerajaanya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh.” (2 Tawarikh 12:1) Krisis sering membuat orang menjadi sadar akan perlunya berjuang dan makin dekat dengan Tuhan. Keadaan ini dapat membuatnya menjadi cakap, berpengalaman dan berhasil. Namun setelah semua menjadi mapan dan aman, seringkali ia menjadi terlena dan tidak waspada. Gairah untuk maju mulai berkurang, karena merasa tidak terlalu membutuhkan,bahkan hubungan dengan Tuhan mulai pudar. Sebenarnya keadaan seperti ini,tidak hanya sedang mandek, tetapi sedang mengalami kemerosotan. Inilah siklus yang mungkin dialami oleh banyak orang Kristen. Seperti yang dialami oleh raja Rahabeam, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh, iaRead More →