Allah Perlindunganku

Allah Perlindunganku

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya (Mazmur 46:2-4)

Menjadi orang Kristen bukan berarti kita tidak lagi mengalami persoalan dan pergumulan dalam hidup kita. Selama kita hidup di dunia ini, masalah selalu datang. Itu sebabnya penting sekali bagi setiap orang yang telah ditebus oleh darah Tuhan Yesus di kayu salib, menyadari siapa kita di dalam Tuhan, dan siapa Allah yang kita sembah. Dengan demikian, kita akan tahun bagaimana meresponi atau bersikap terhadap setiap persoalan hidup kita.

Salah satu cara yang diberikan Tuhan kepada kita untuk menyikapi setiap persoalan, adalah dengan melihat apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Firman Tuhan merupakan kunci jawaban dari semua persoalan yang dialami oleh manusia. Melalui kebenaran Firman Tuhan, kita beroleh kekuatan, penghiburan, dorongan semangat dan jalan keluar bagi setiap persoalan kita.

Raja Daud adalah manusia biasa sama seperti kita. Ia juga pernah mengalami masa-masa yang sulit dalam kehidupannya, walaupun ia adalah seorang raja yang besar dan orang yang dekat dengan Tuhan. Tetapi karena dia mengerti Firman Tuhan, maka dia juga tahu bagaimana menyelesaikan setiap persoalannya. Dalam Mazmur 46:2-4 di atas, kita belajar bahwa ketika Daud berada dalam kesesakan, ia hanya mencari pertolongan kepada Allah. Ia menggambarkan Allah sebagai “tempat perlindungan”, yang membuat ia terlindung dari bahaya dan ancaman apapun juga. Allah juga dikatakan sebagai “Penolong dalam Kesesakan”. Artinya ketika Raja daud mengalami kesesakan, hanya Allah yang mampu memberikan kelegaan kepadanya.

Sama seperti daud, apakah ketika kita mengalami persoalan, kita juga menjadikan Allah sebagai tempat perlindungan kita, atau kita akan menyelesaikan masalah tersebut dengan kekuatan kita? Jangan salah menentukan pilihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *