Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. (Mazmur 27:10) Bila kita berkali-kali dikhianati oleh orang yang kita kasihi, kemungkinan sikap kita bisa berubah menjadi biasa-biasa saja terhadap orang tersebut, atau bahkan menjadi acuh tak acuh. Harapan kita pasti selalu merindukan orang-orang yang kita kasihi dan kita cintai juga mengasihi dan mencintai kita, tetapi kenyataan hidup bisa berubah menjadi sebaliknya. Kalau tindakan khianat ternyata sangat menyakitkan, bahkan membuat hati mengalami kepahitan, maka janganlah sekali-kali kita membuat orang yang paling dekat dengan kita mengalami hal yang menyakitkan karena kita telah tidak setia lagi bahkan sampai mengkhianati mereka. Tetapi sadarkah kita, bahwa sesungguhnya kadangkala kitaRead More →

Kata hamba dalam Kitab Perjanjian Lama menggunakan kata Ibrani eyed yang berarti seseorang yang bekerja untuk keperluan orang lain, untuk melaksanakan kehendak orang lain. Seorang hamba selain bekerja untuk tuannya, ia juga sekaligus menjadi milik tuannya. Kata eyed dalam penggunaan umumnya berarti budak. Sedangkan kata hamba dalam bahasa Yunani menggunakan kata doulos yang mempunyai arti orang yang bergantung pada orang lain, seseorang yang tidak memiliki lagi hak atas dirinya sendiri karena dimiliki penuh oleh tuannya. Dalam penggunaannya kata hamba Tuhan sering dipakai untuk menunjukkan kerendahan diri dan hati seseorang di hadapan Tuhan, “Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup…” (Mazmur 119:17; Keluaran 4:10). KataRead More →