Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya (Mazmur 46:2-4) Menjadi orang Kristen bukan berarti kita tidak lagi mengalami persoalan dan pergumulan dalam hidup kita. Selama kita hidup di dunia ini, masalah selalu datang. Itu sebabnya penting sekali bagi setiap orang yang telah ditebus oleh darah Tuhan Yesus di kayu salib, menyadari siapa kita di dalam Tuhan, dan siapa Allah yang kita sembah. Dengan demikian, kita akan tahun bagaimana meresponi atau bersikap terhadap setiapRead More →

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28) Hanya orang yang beriman yang benar-benar percaya bahwa Allah berkuasa untuk mengendalikan kehidupannya. Kita mungkin biasa menghadapi keadaan seperti apa adanya, mengatakan Allah mengendalikannya, tetapi kita benar-benar mempercayai perkataan itu. Kita bersikap seolah-olah semua hal yang terjadi dikendalikan sepenuhnya oleh manusia. Untuk menjadi setia dalam segala keadaan berarti kita hanya memiliki satu kesetiaan, atau tujuan dari iman kita, Tuhan Yesus Kristus. Allah mungkin saja mengijinkan situasi di sekitar kita kacau balau secara tiba-tiba, yang dapat membuatRead More →

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. (Mazmur 27:10) Bila kita berkali-kali dikhianati oleh orang yang kita kasihi, kemungkinan sikap kita bisa berubah menjadi biasa-biasa saja terhadap orang tersebut, atau bahkan menjadi acuh tak acuh. Harapan kita pasti selalu merindukan orang-orang yang kita kasihi dan kita cintai juga mengasihi dan mencintai kita, tetapi kenyataan hidup bisa berubah menjadi sebaliknya. Kalau tindakan khianat ternyata sangat menyakitkan, bahkan membuat hati mengalami kepahitan, maka janganlah sekali-kali kita membuat orang yang paling dekat dengan kita mengalami hal yang menyakitkan karena kita telah tidak setia lagi bahkan sampai mengkhianati mereka. Tetapi sadarkah kita, bahwa sesungguhnya kadangkala kitaRead More →

Kata hamba dalam Kitab Perjanjian Lama menggunakan kata Ibrani eyed yang berarti seseorang yang bekerja untuk keperluan orang lain, untuk melaksanakan kehendak orang lain. Seorang hamba selain bekerja untuk tuannya, ia juga sekaligus menjadi milik tuannya. Kata eyed dalam penggunaan umumnya berarti budak. Sedangkan kata hamba dalam bahasa Yunani menggunakan kata doulos yang mempunyai arti orang yang bergantung pada orang lain, seseorang yang tidak memiliki lagi hak atas dirinya sendiri karena dimiliki penuh oleh tuannya. Dalam penggunaannya kata hamba Tuhan sering dipakai untuk menunjukkan kerendahan diri dan hati seseorang di hadapan Tuhan, “Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup…” (Mazmur 119:17; Keluaran 4:10). KataRead More →