Bangunlah

Bangunlah

Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (Efesus 5:14-17)

Bangunlah dari tidurmu dan bangkitlah dari antara orang mati! Apakah saat ini Anda tertidur, sebab orang yang tidur adalah orang yang tidak melakukan apa-apa, hanya berbaring terdiam, tetapi berkelana-kemana-mana dalam mimpi-mimpi dan bukan kenyataan. Berhenti melakukan sesuatu, berhenti berkarya, berhenti berkreasi bahkan berhenti menghasilkan sesuatu yang berguna. Itulah tidur. Sama dengan kematian, hanya tidur, tidak bergerak, tidak melakukan apa-apa, bedanya kematian tidak ada mimpi sama sekali.

Mengapa Tuhan mau kita dalam kondisi terbangun, karena Tuhan mau kita melakukan perbuatan besar, dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang terbangun, terjaga, bukan orang yang sedang tidur atau bahkan orang yang sudah mati. Tuhan menghendaki kita melakukan perkara besar, bukan yang biasa-biasa, karena Tuhan sudah menaruh Roh-Nya yang luar biasa dalam diri setiap orang yang percaya kepada-Nya. I Yohanes 4:4. Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam duniaOleh sebab itu kita masing-masing harus memperhatikan bagaimana kita hidup, apakah kita bangun atau masih tidur. Kalau kita masih dalam keadaan tidur, kita disamakan dengan orang yang bebal, tetapi kalau kita sadar dan bangun kita disamakan dengan orang yang arif.

Ciri-ciri orang arif dalam hidupnya :

  • Bisa mengatur waktu

Manusia diberi waktu oleh Tuhan dalam sehari semalam 24 jam, semua sama, tergantung manusia mau mempergunakannya. Apakah mau dipergunakan dengan cerdas dan kreatif, atau mau disia-siakan, semua sudah diberikan sepenuhnya dan tidak bisa diulang lagi. Semua akan berjalan terus dan belum ada alat yang dapat memutar kembali waktu mundur.

Dalam hidup manusia waktu sangat erat kaitannya dengan usia. Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Kalau dihitung harian, umur 70 tahun = 25.550 hari. Dengan waktu yang sangat singkat ini apakah yang sudah Anda kerjakan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, gereja bahkan bagi orang lain?

Kalau usia Anda saat ini 20 tahun = 7.300 hari maka sisa hari Anda = 18.250 hari

Kalau usia Anda saat ini 25 tahun = 9.125 hari maka sisa hari Anda = 16.425 hari

Kalau usia Anda saat ini 40 tahun = 14.600 hari maka sisa hari Anda = 10.950 hari

Kalau usia Anda saat ini 60 tahun = 21.900 hari maka sisa hari Anda = 3.650 hari

Oleh sebab itu mulai hari ini atur waktu sebaik-baiknya, belum terlambat masih ada sisa waktu bagi Anda untuk melakukan perbuatan besar.

  • Punya sasaran hidup / visi.

Dalam hidupnya rasul Paulus memiliki sasaran, Filipi 3:13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Sudahkan Anda memiliki sasaran hidup? Kalau belum mulai buat sasaran jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Apa yang ingin Anda capai dalam beberapa waktu ke depan. Dimana ada kemauan pasti ada jalan.

Sadarlah dan bangunlah, lakukan perkara besar yang dari Tuhan. Nama Tuhan Yesus dipermuliakan melalui hidup kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *