Bersyukur

Bersyukur

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mazmur 67:4)

Ketika semua harga barang naik dan kebutuhan meningkat, sementara gaji tidak naik, dapatkah kita mengucap syukur kepada Allah? Harusnya dapat, karena mengucap syukur adalah sikap hati, tidak tergantung situasi dan kondisi.

Kita bersyukur karena mengerti bahwa segala sesuatu yang terjadi selalu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya. Kita juga bersyukur karena segala perbuatanNya adil dan benar. Kita patut besyukur karena hari ini masih bisa bernafas, sementara ada banyak orang yang terbaring di rumah sakit dengan bantuan tabung oksigen.

Apa yang terjadi ketika kita mengucap syukur? Dengan bersyukur kita mengakui kedaulatan Allah atas hidup kita dan memberikan peluang bagiNya untuk bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita. Karena itu apapun yang terjadi dalam hidupmu, jangan berkecil hati, sebaliknya naikkanlah senantiasa ucapan syukur kepadaNya. Dengan bersyukur kita juga meyakini bahwa Allah sanggup menggenapi janji-janjiNya dalam hidup kita.

Bersyukur merupakan tindakan iman. Kadang-kadang memang terasa aneh bila kita mensyukuri hal-hal yang buruk. Misalnya ada orang yang bersyukur karena persoalan berat yang dihadapinya. Mungkin ada orang yang bertanya mengapa kita harus bersyukur saat menghadapi cobaan berat? Bukankah itu suatu hal yang menyedihkan? Memang bagi orang yang belum mengerti rahasia kuasa dibalik ucapan syukur akan menganggap hal itu tidak patut dilakukan. Tetapi bagi kita yang mengenal Allah, bersyukur merupakan tindakan iman. Kita percaya bahwa segala perkara mendatangkan kebaikan. Allah tidak punya rencana yang jahat bagi anak-anakNya. Rancangan dan jalan-jalanNya adalah rancangan yang memberikan kepada kita masa depan yang cerah. Jadi bersyukurlah senantiasa. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *