Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (Efesus 5:14-17) Bangunlah dari tidurmu dan bangkitlah dari antara orang mati! Apakah saat ini Anda tertidur, sebab orang yang tidur adalah orang yang tidak melakukan apa-apa, hanya berbaring terdiam, tetapi berkelana-kemana-mana dalam mimpi-mimpi dan bukan kenyataan. Berhenti melakukan sesuatu, berhenti berkarya, berhenti berkreasi bahkan berhenti menghasilkan sesuatuRead More →

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Lukas 6:38) Dimanapun orang akan senang kalau diberi, tetapi kurang bersemangat kalau harus memberi. Memberi diperlukan pengorbanan, sedangkan yang namanya berkorban pasti ada sesuatu yang harus direlakan hilang dari seseorang yang berkorban. Hal inilah yang membuat seseorang sulit untuk memberi. Firman Tuhan memerintahkan kepada kita agar kita mau memberi. Memberi kepada orang lain, sama halnya dengan menabur. Sebab Tuhan akan membalas pemberian seseorang dengan berkat-Nya yang berlipat kali ganda, melimpah ruah. AdaRead More →

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya (Efesus 2:10) Hanya ada satu-satunya diri anda. Pikirkanlah itu. Raut wajah, suara, gaya, latar belakang, watak dan ciri khas Anda, senyuman, cara berjalan, jabat tangan, cara pernyataan, segi pemandangan Anda…. segala-galanya tentang diri anda hanya ditemukan dalam satu-satunya individu sejak mulai ada manusia, yaitu Anda sendiri. Setiap kita diciptakan sangat unik, menurut rupa dan gambar Allah. Itu sebabnya Allah mau supaya kita menjadi seperti diri kita sendiri. Allah telah merancang kita menjadi orang yang unik, berbeda dan penting tidak seperti individuRead More →

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8) Misi Tuhan untuk dunia ini ialah keselamatan untuk seluruh umat manusia. Sejak semula Allah menciptakan manusia untuk maksud yang sangat baik dan mulia. Allah punya rencana yang indah atas setiap manusia ciptaan-Nya. Tetapi karena Allah memberi kehendak bebas kepada manusia, akhirnya manusia sering menentukan jalannya sendiri, manusia tidak mau taat dan berjalan di jalan Tuhan. Allah itu Hama Kasih sekaligus Maha Adil, oleh karena Allah Maha Adil, maka dosa harus mendapat hukumannya. Dan karena Allah Maha Kasih, maka Ia telahRead More →

Jika ia berusia muda, ia dianggap kurang pengalaman Jika rambutnya telah putih, ia dianggap terlalu tua untuk kaun muda Jika ia berkhotbah dengan catatan, khotbahnya dicap kering dan kurang kuasa Roh Kudus Jika tubuhnya gemuk, dianggap tidak pernah berpuasa Jika badannya kurus, dianggap kurang iman. Jika ia berkhotbah tanpa catatan, ia dianggap kurang persiapan Jika ia melayani orang-orang miskin di gereja ia dianggap sok pamer Jika ia menaruh perhatian pada orang-orang kaya ia dianggap berusaha menjadi orang yang pilih kasih Jika ia berusaha melakukan pembaharuan ia dituduh sewenang-wenang Jika ia melanjutkan saja apa yang ada ia dianggap boneka Jika ia memakai terlalu banyak ilustrasi dalamRead More →

Kata hamba dalam Kitab Perjanjian Lama menggunakan kata Ibrani eyed yang berarti seseorang yang bekerja untuk keperluan orang lain, untuk melaksanakan kehendak orang lain. Seorang hamba selain bekerja untuk tuannya, ia juga sekaligus menjadi milik tuannya. Kata eyed dalam penggunaan umumnya berarti budak. Sedangkan kata hamba dalam bahasa Yunani menggunakan kata doulos yang mempunyai arti orang yang bergantung pada orang lain, seseorang yang tidak memiliki lagi hak atas dirinya sendiri karena dimiliki penuh oleh tuannya. Dalam penggunaannya kata hamba Tuhan sering dipakai untuk menunjukkan kerendahan diri dan hati seseorang di hadapan Tuhan, “Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup…” (Mazmur 119:17; Keluaran 4:10). KataRead More →