Deterjen

Deterjen

Seruput Kopi Cantik YennyIndra:

Seruput Kopi Cantik pagi ini, berbeda dengan biasanya, merupakan tulisan menggelitik dari guru Neuro Semantic saya: Bp. Prasetya M Brata.

DETERJEN

Aku punya deterjen yang aku yakini satu-satunya yang membersihkan paling bersih. Bahkan deterjen itu aku tenteng kemana-mana dengan bangga. Apalagi kalau bertemu orang yang menenteng deterjen yang sama, makin senang dan bergairahlah aku membicarakan kehebatan deterjenku ini. Semua orang kalau bisa kuanjurkan pakai merek deterjen yang kubawa.

Aku tidak suka pada deterjen merek lain. Deterjen lain kuanggap kalah bersih. Aku bahkan membicarakan kejelekan deterjen lain. Anehnya, kalau ada yang bilang deterjenku tidak membersihkan, aku malah marah sekali, BUKANNYA MEMPERAGAKAN BAGAIMANA DETERJENKU MEMBERSIHKAN PALING BERSIH ATAU BAHKAN MEMBANTUNYA LANGSUNG MENCUCI DENGAN DETERJENKU HINGGA PAKAIANNYA BERSIH.

Begitu petang datang, saatnya pulang. Aku terkejut, pakaianku kotor sekali. Padahal rumahku tempat yang suci. Padahal, setiap orang yang pulang ke rumah itu haruslah bersih. Aku menyesal, karena kerjaku sepanjang hari hanya membicarakan, mengajak dan membela merek deterjen yang kubawa, tapi aku lupa memakai deterjen itu untuk mencuci pakaianku sendiri …😢

Note:

Renungan yang apik & cerdas.

Sudahkah ‘pakaian’ kita bersih dan wangi sehingga setiap orang tertarik dan ingin menjadi seperti kita?

Yeni Indra: Traveler, Family Growth Inspirator & Co-Founder PIPAKU-MPOIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *