Hubungan Yang Baik

Hubungan Yang Baik

… perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:…seorang…yang menimbulkan pertengkaran saudara (Amsal 6:16,19)

Sebuah peribahasa Vietnam berkata, “Kedekatan saudara sekandung itu seperti kedekatan tangan dengan kaki.” Maka, sebenarnya pihak-pihak itu tak bisa saling melukai,sebab sakitnya akan terasa oleh semua.

Selama berpuluh tahun Miryam dan Harun setia menyertai dan mendukung Musa-adik mereka-dalam memimpin bangsa Israel. Namun pada satu titik, mereka iri pada hubungan pribadi Musa yang istimewa dengan Tuhan-bahkan Tuhan berbicara kepadanya muka dengan muka (ayat 8). Hingga Miryam dan Harun tega berkata tajam, “Sungguhkah Tuhan berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?” (ayat 1, 2). Dan atas sikap tersebut, Tuhan bertindak. Dia memanggil, menegur mereka, dan menghukum Miryam (ayat 10). Syukurlah mereka segera menyadari kedaulatan Tuhan. Musa dan Harun pun memintakan ampun atas Miryam, supaya ia dipulihkan (ayat 11-13).

Hubungan saudara-bersaudara terkadang bisa diwarnai pertengkaran-pada segala usia; dari anak-anak hingga ketika semua sudah sama-sama dewasa bahkan usia lanjut, seperti Musa ber-saudara. Topiknya bisa beragam; kasih yang dirasa berbeda dari orangtua, pinjam meminjam uang atau pembagian warisan, perasaan kurang beruntung dibanding yang lain, dan sebagainya. Segala sesuatu bisa terjadi. Maka, izinkan Tuhan terlibat dalam kehidupan kita berkeluarga. Hingga ketika perselisihan terjadi, Tuhan menolong kita melihat keadaan sebenarnya, dan mendapati jalan keluar yang baik bagi semua. Sambil tetap berusaha menjaga hubungan yang rukun, saling percaya dan menerima, serta saling mendoakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *