Konsep Visi Abadi (bagian 1)

Konsep Visi Abadi (bagian 1)

KONSEP VISI ABADI (Bagian 1)

Oleh : Ps. Petrus Tarigan

Shaloom saudara saudara..

Saya sangat bersyukur dapat menjumpai kita kembali melalui materi ini. Saya berdoa dan berharap, kiranya seluruh roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara dengan sempurna dalam kasih karunia-Nya yang tiada taranya. Juga kiranya hidup kita semakin memahami kehendak Tuhan serta melakukannya dalam hidup dan pelayanan kita.

Adapun judul yang kita angkat dalam Materi kali ini adalah: “MENGENAL VISI ABADI”. Hal ini berkaitan dengan Firman Tuhan yang tertulis dalam Efesus 4:16; Matius 28:19-20; Kisah 1:8; Yohanes 4:34-36 dan Roma 11:25. Dan masih banyak ayat ayat lainnya.

Tuhan Yesus telah membeli gereja dengan darahNya dan memindahkan gereja dari kegelapan dunia kepada terangNya yang ajaib. Karena itu,  sebelum Ia datang kedua kali, Ia berharap, gereja yang adalah milikNya bergerak ke arah visiNya. Sebab dalam penggenapan visi inilah terletak penggenapan segala kehendakNya. Karena itu, kita sebagai gerejaNya​ harus bisa menyesuaikan diri dan mentaati segala kehendakNya dengan memahami dan melakukan visi abadi Kristus dalam hidup dan pelayanan kita.

Hari demi hari, tahun demi tahun, seharusnya tugas rohani kita adalah semakin memperkuat dan meluaskan visi abadi Kristus dalam hidup dan pelayanan kita. Kita bahkan harus menemukan ide ide baru dalam hidup memahami dan mengerjakan visi itu dalam hidup kita, sampai visi abadi itu menjadi kenyataan. Sebab dalam penggenapan visi itulah Nama Tuhan Yesus semakin dipermuliakan, karena impianNya menjadi kenyataan.

Jika melakukan pendalaman, maka dalam visi abadi Kristus terkandung banyak sekali aspek yang perlu pendalaman, bahkan dalam tingkat penerapan membutuhkan pergumulan. Oleh Karenanya, keberadaan visi abadi ini membutuhkan penguatan dalam diri kita. Akan tetapi, biarlah saat ini, minimal kita mengerti serta memahami, visi abadi Kristus yang adalah kehendakNya atau (dapat dikatakan) sebagai impianNya atas kita semua sebagai gerejaNya.

Dengan demikian, hidup dan pelayanan kita akan semakin  mengarah kepada tujuan yang tepat, yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Gereja adalah milik Tuhan, bukan milik kita. Karena itu, yang yang terjadi adalah visi Tuhan, bukan visi kita.

Akhir kata, biarlah materi ini dapat menjadi berkat dan semakin memperlengkapi kita. Bacalah setiap bagiannya dan renungkan untuk menambah perlengkapan rohani kita sebagai orang yang percaya. Halleluyaa

Bersambung..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *