Konsep Visi Abadi (Bagian 5)

Konsep Visi Abadi (Bagian 5)

KONSEP VISI ABADI (Bagian 5)

Oleh : Ps. Petrus Tarigan

Sekarang kita akan masuk pada bagian inti materi ini. Apakah VISI Kristus atas gerejaNya?. Dalam bahasa lain, “mau dijadikan apa gereja menurut kehendak Kristus?”.

Jika meneliti Alkitab, Rasul Paulus sering kali menjelaskan dan menegaskan tentang hubungan antara Kristus dan gereja sebagai tubuh Kristus. Sebab hal pertama yang berkaitan dengan Kristus adalah tubuh Kristus. Rasul Paulus menegaskan Yesus Kristus adalah Kepala dan gereja adalah tubuhNya.

Bahkan dalam hal konteks sistem pemeliharaan hidup kita sebagai gerejaNya, Rasul Paulus menuliskan: adakah kepala yang tidak merawat tubuhnya? Adakah kepala yang tidak mengasihi tubuhnya. Maksudnya, Rasul Paulus hendak menegaskan bahwa Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala sangat mengasihi gerejaNya dan akan merawat serta memelihara sebagai tubuhNya. Jadi sesungguhnya, selain sebagai kebutuhan Kristus sendiri, maka sesungguhnya, sistem pemeliharaan umat Tuhan berada dalam koridor sistem pemeliharaan sebagai tubuh Kristus.

Banyak umat Tuhan belum memahami kebenaran ini. Banyak umat Tuhan terpengaruh dengan sistem pemeliharaan menurut kepercayaan lain, sehingga tidak memahami sistem pemeliharaan sebagai tubuh Kristus. Sesungguhnya, jika kita menjadi tubuh Kristus, maka hidup kita secara otomatis akan dirawat, dijaga, dipelihara dan dilindungi oleh Kristus sendiri yang berposisi sebagai Kepala. Sama dengan tubuh jasmani kita. Apakah sumber yang menguasai seluruh tubuh? Jawabannya tentu adalah kepala kita. Jadi, dalam analogi tubuh jasmani, segala sesuatu dkuasai dan dikendalikan oleh kepala. Karena itu, kepala adalah sumber dari segala galanya.

Sesungguhnya, demikianlah Yesus Kristus adalah sumber dari segala galanya bagi kita jika kita menjadi tubuhNya. Sebagai tubuhNya, kita pasti dirawat, ditolong, dipelihara dan dilindungi, bahkan ketika kita tidak memintanya sekalipun. Dalam iman, kita sama sekali seharusnya tidak perlu meragukan kebenaran ini. Namun sebaliknya, waspadalah jika kita tidak menjadi tubuhNya.

Apa yang terjadi bagi organ diluar tubuh kita? Jawabannya adalah kepala kita tidak bertanggung jawab atasnya. Sesungguhnya, kepala kita hanya berkuasa (berotoritas) dalam koridor tubuh kita. Kepala kita tidak berotoritas atas organ diluar tubuh. Karena itu, sangat berbahaya jika seseorang berada diluar tubuh Kristus, sebab diluar tubuh Kristus, Tuhan Yesus Kristus tidak bertanggung jawab atasnya. Jika kita hendak melihat dan merasakan pemeliharaan Tuhan yang nyata dan sempurna dalam hidup kita, maka marilah kita bersama sama membangun tubuh bagi Dia.

Kembali kepada Visi Kristus bagi gerejaNya. Visi Kristus adalah:

  1. MENJADIKAN GEREJA SEBAGAI TUBUHNYA

Karena itu, dalam kehidupan bergereja, kita bukan hanya sekedar beribadah, berdoa, menyembah atau melayani. Sesungguhnya esensi (dasar dan pusat) kebutuhan Kristus atas gereja adalah bagaimana gerejaNya dapat menjadi tubuh bagi Dia yang adalah Kepala. Layaknya analogi tubuh jasmani, maka prinsip kebutuhan Kristus sebagai Kepala adalah keberadaan gereja yang masih melekat pada Kepala Gereja, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Bersambung …….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *