Konsep Visi Pribadi (Bagian 4)

Konsep Visi Pribadi (Bagian 4)

KONSEP VISI ABADI (Bagian 4)

Oleh Ps. Petrus Tarigan

Pada bagian ini, kita akan membahas sesuatu yang sedikit unik dan ekstrem. Tema pada bagian ini adalah: pada titik tertentu, “musuh utama Tuhan adalah hamba Tuhan”. Jangan kaget dulu. Mari kita dalami maksud kalimat ini?

Menjelaskan hal ini, saya hendak memberikan sedikit ilustrasi. Selain film bernuansa komedi, kesukaan saya dalam menonton film adalah suatu film yang bertemakan ancaman atau pembunuhan presiden Amerika atau terhadap pemimpin pemimpin besar lainnya di dunia. Keluarga saya sangat memahami hal  ini, sehingga, jika ada film baru bertemakan hal tersebut, saya langsung diberi informasi oleh anak anak saya dan kami menonton bersama sama. (Tentu sekaligus membayarnya.. karena itulah harapan anak anak saya.. nonton gratis dengan papanya.. hehe ..).

Dari seluruh film yang saya lihat, maka terjadinya ancaman atau pembunuhan terhadap presiden Amerika atau presiden lainnya didunia, tersimpul dalam satu prinsip utama dan sama. Prinsipnya adalah ancaman atau pembunuhan dapat terjadi selalu karena adanya “orang dalam” (orang kepercayaan presiden itu sendiri) yang berkhianat terhadap sang Presiden. Sebab selama tidak ada “orang dalam”  yang berkhianat, maka pihak luar tidak mampu melakukan ancaman atau pembunuhan terhadap Presiden. Namun, ketika ada “orang dalam” yang berkhianat, maka alangkah mudahnya ancaman dan pembunuhan terhadap Presiden dapat dilakukan.

Artinya apa? Artinya adalah, sesungguhnya pada satu titik tertentu, musuh utama seorang Presiden adalah kepada siapa ia percaya atau kepada siapa ia mempercayakan keamanannya. Mungkin inilah makna dari pribahasa “hati hati dengan musuh dalam selimut”. Karena itu, hampir disegala tempat, menjadi pengaman Presiden bukanlah orang yang hanya berkemampuan, namun mereka adalah orang-orang yang benar-benar dapat dipercaya. Sebab integritas dan loyalitas mereka sangat menentukan keamanan diri Presiden atau pemimpin besar lainnya.

Sama halnya dengan kehidupan gereja Tuhan. Sangat memungkinkan bahwa, pada satu titik tertentu, musuh utama Tuhan adalah hamba-hamba Tuhan dan musuh utama kehendak Tuhan adalah kehendak hamba-hamba Tuhan itu sendiri.

Saat ini, Tuhan sudah mempercayakan gerejaNya kepada kita semua sebagai hamba-hambaNya. Ini sama dengan seorang Presiden mempercayakan keamanannya kepada para “orang dalamnya”. Kita semua telah menjadi “orang dalam” didalam gereja dan kehendak Tuhan. Karena itu, kita semua sebagai  berpotensi apakah kita mengamankan (dan menjalankan) kehendak-kehendak Tuhan atau justru kita berkhianat terhadap kehendak-kehendak itu.

Pada titik inilah, dibutuhkan hamba hamba yang berintegritas dan memiliki loyalitas terhadap kebenaran dan Visi Tuhan, dan bukan sebaliknya. Sebab ketika hamba-hamba Tuhan menjalankan kehendak dirinya sendiri, maka dalam waktu yang sama, kehendak-kehendak Tuhan akan terancam dan terbunuh. Dan demikian sebaliknya, ketika hamba – hamba Tuhan menjalankan kehendak-kehendak Tuhan, maka dalam waktu yang sama, kehendak-kehendak dirinya (kepentingan pribadinya) akan terkubur.

Bersambung……..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *