Memberi

Memberi

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Lukas 6:38)

Dimanapun orang akan senang kalau diberi, tetapi kurang bersemangat kalau harus memberi. Memberi diperlukan pengorbanan, sedangkan yang namanya berkorban pasti ada sesuatu yang harus direlakan hilang dari seseorang yang berkorban. Hal inilah yang membuat seseorang sulit untuk memberi.

Firman Tuhan memerintahkan kepada kita agar kita mau memberi. Memberi kepada orang lain, sama halnya dengan menabur. Sebab Tuhan akan membalas pemberian seseorang dengan berkat-Nya yang berlipat kali ganda, melimpah ruah.

Ada tiga macam pemberi :

  • Memberi untuk menerima yang sama.

Type pemberi seperti ini bukan pemberi yang sesungguhnya, tetapi penukar. Karena memberi untuk menerima imbalan yang sama adalah barter. Dan itulah upah yang di dapat, hanya dari hasil barternya saja.

  • Memberi agar menerima di masa depan.

Type pemberi seperti ini sudah lebih baik, pemberi tidak mengharapkan sesuatu dari yang diberi pada saat itu. Tapi inipun masih belum pemberi yang sesungguhnya. Pemberi ini lebih mirip dengan investor, penanam modal, atau pemancing. Pemberi ini akan menerima upah lebih banyak dari yang diberikan sebelumnya.

  • Memberi dengan tulus dan tanpa syarat.

Type pemberi inilah pemberi yang sesungguhnya. Pemberi tidak mengharapkan imbalan apa-apa, tidak menentukan syarat untuk penerimanya. Memberi ya memberi dengan tulus, ada sesuatu yang dilepaskan dari dirinya, berkorban.

Dari ketiga tipe diatas semua baik, tetapi yang dimaksud oleh Tuhan adalah Memberi dengan tulus dan tanpa syarat. Tidak memandang siapa yang harus diberi, tidak mengharapkan imbalan, tidak berduka malah bersuka-cita ketika memberi. Maka Firman Tuhan dalam Lukas 6:38 akan digenapi dan terjadi pada pemberi type yang ketiga ini.Kisah Para Rasul 20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *