Mengasihi

Mengasihi

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35) (TB)

Mengasihi adalah perintah dari Tuhan Yesus. Jadi mengasihi bukan hanya kewajiban, yang bila dikerjakan sudah selasai. Tetapi sebuah perintah yang harus dilakukan secara terus menerus, sama seperti Tuhan Yesus sudah mengasihi kita.

Kasih Tuhan Yesus kepada manusia ialah :

  1. Kasih tanpa syarat

Dalam kitab Imamat 19:18, Allah memberikan perintah, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Siapakah sesamaku manusia? Tuhan Yesus dalam menjawab pertanyaan ini kepada para murid menggunakan perumpamaan orang samaria yang baik hati. Meskipun orang Samaria adalah musuh orang Israel pada waktu itu, tetapi ia melakukan yang lebih baik dari pada apa yang dilakukan oleh para imam dan orang Lewi, yaitu para tokoh agama yang tahu Firman Allah tetapi tidak melakukannya, dan tidak memperlakukan orang lain sebagai sesamanya.

Namun orang samaria yang dianggap musuh, ia tidak melihat siapa orang yang perlu ditolongnya, dari golongan mana dan sebagainya, tetapi ia menolong tanpa memberi syarat kepada yang ditolongnya. Persis seperti yang dilakukan Tuhan Yesus kepada kita. Kita adalah manusia yang berdosa, musuh Allah, tetapi Tuhan Yesus mau mengasihi kita tanpa memperhitungkan siapa kita ini.

Sebagai murid Tuhan Yesus kita tidak dapat memilih siapa yang ingin kita kasihi. Tuhan yesus memerintahkan kita harus mengasihi semua orang, semua tingkat sosial, kaya atau miskin, musuh atau teman, baik atau jahat, tahu balas budi atau tidak, semua harus dikasihi tanpa syarat.

  1. Kasih dengan penuh pengorbanan

Mengasihi tidak harus memerlukan biaya, tetapi memerlukan waktu dan tenaga. Tuhan Yesus menasehatkan agar kita saling menanggung beban. Ketika seseorang ada dalam masalah, kesusahan atau sakit, dibutuhkan kemauan yang tinggi serta tenaga untuk berjalan bersama membagi hidup bersamanya di tengah penderitaannya. Terkadang dibutuhkan waktu yang lama, pengorbanan yang besar. Dibutuhkan pengorbanan untuk mengasihi sesama.

Tuhan Yesus terlebih dahulu telah berkorban untuk kita, karena kasihnya yang besar pada manusia. Bahkan sampai mati di kayu salib, demi kasihnya pada kita.

Apabila kita menunjukkan kasih Allah tanpa syarat dan penung pengorbanan, kasih itu akan membuka pintu hati orang yang tersesat kepada kebenaran Injil, yaitu kabar baik dari sorga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *