Pikul Salib

Pikul Salib

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku (Matius 16:24)

Salib merupakan lambang penderitaan. Penderitaan bukan karena akibat dari melakukan kesalahan sendiri, tetapi penderitaan oleh karena melakukan kebenaran. Tuhan Yesus disalibkan bukan karena kesalahan-Nya sendiri, melainkan karena dosa manusia. Tuhan Yesus rela disalib karena kasih-Nya akan manusia, sehingga Ia rela menderita untuk menebus manusia dari segala dosanya. Sehingga manusia yang percaya pada penebusan Tuhan Yesus, tidak lagi mengalami penderitaan kekal di neraka, tetapi mendapatkan kemuliaan di sorga, kerena segala penderitaannya sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib.

Setiap orang yang mau mengikut Tuhan Yesus harus rela memikul salibnya sendiri, yaitu penderitaan yang diakibatkan oleh karena melakukan kebenaran dengan mengikuti segala ketetapan dari Allah. Sebab yang dari Tuhan seringkali bertentangan dengan apa yang berlaku di dunia ini. Karena dunia sudah jatuh ke dalam dosa dan dikuasai oleh si jahat, yaitu Iblis dan semua pengikutnya. Inilah penderitaan, karena disitu akan ada benturan, pertentangan, bahkan orang benar tidak mendapat tempat yang selayaknya di dunia ini.

Salib selalu berbentuk + (tanda silang atau plus). Memikul salib berarti setiap orang yang mengikut Tuhan Yesus harus memiliki nilai tambah. Bagaimana nilai tambah bisa terjadi? Salib terdaii dari garis vertikal dan horisontal. Garis tegak dan garis lurus. Garis tegak merupakan gambaran dari hubungan manusia dengan Tuhan. Untuk dapat memiliki nilai tambah yang pertama-tama harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Berdamai dengan Tuhan dan ada hubungan yang akrab dan harmonis dengan Tuhan. Ada hubungan-hubungan yang dipulihkan dengan Tuhan, tidak lagi terpisah dengan Tuhan. Karena yang memisahkan hubungan manusia dengan Tuhan adalah dosa, maka untuk menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan manusia harus dibenarkan terlebih dahulu oleh Tuhan, dosa-dosanya harus sudah diampuni oleh Tuhan. Karena yang dapat mengampuni dosa adalah Tuhan sendiri. Tetapi perlu diingat, seseorang yang hanya melakukan garis tegak, belum memiliki nilai tambah, karena belum berbentuk plus, nilainya hanya 1, hanya tegak ke atas. Tetapi itu jauh lebih baik dari pada tidak ada nilai sama sekali.

Garis lurus merupakan gambaran dari hubungan manusia dengan sesamanya. Untuk dapat memiliki nilai tambah tidak cukup hanya memiliki hubungan keatas saja, harus diimbangi dengan hubungan yang baik dengan sesamanya. Tetapi hubungan yang baik dengan sesamanya tanpa ada hubungan yang baik dengan Tuhan itu mustahil, bahkan nilainya (-) minus, hanya garis lurus saja. Tetapi kalau garis ke atas dan garis lurus di satukan nilainya jadi (+) plus, nilai tambah.

Untuk memiliki nilai tambah perlu perjuangan, karena banyak sekali tantangan. Orang yang mau taat dan beribadah kepada Tuhan seringkali mendapat tekanan yang berat, orang baik melakukan kebaikan terhadap sesama juga tidak mudah. Itulah salib yang harus dipikul. Tetapi kalau kita bisa memikul salib, berarti ada nilai tambah yang selalu kita bawa kemana-mana. Inilah yang dicari semua orang, nilai tambah. Dan inilah identitas orang yang percaya pada Tuhan Yesus. Pikul salib, selalu membawa nilai tambah, nilai positif. Tuhan Yesus Memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *