Siapakah Hamba Tuhan

Siapakah Hamba Tuhan

Kata hamba dalam Kitab Perjanjian Lama menggunakan kata Ibrani eyed yang berarti seseorang yang bekerja untuk keperluan orang lain, untuk melaksanakan kehendak orang lain. Seorang hamba selain bekerja untuk tuannya, ia juga sekaligus menjadi milik tuannya. Kata eyed dalam penggunaan umumnya berarti budak. Sedangkan kata hamba dalam bahasa Yunani menggunakan kata doulos yang mempunyai arti orang yang bergantung pada orang lain, seseorang yang tidak memiliki lagi hak atas dirinya sendiri karena dimiliki penuh oleh tuannya.

Dalam penggunaannya kata hamba Tuhan sering dipakai untuk menunjukkan kerendahan diri dan hati seseorang di hadapan Tuhan, “Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup…” (Mazmur 119:17; Keluaran 4:10). Kata hamba Tuhan juga merupakan sebuah gelar yang diberikan Allah kepada Israel, “Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi” (Yesaya 41:8). Jadi Israel sebagai umat pilihan diberi gelar oleh Allah dengan sebutan hamba-Ku.

Dari uraian di atas kita mengerti bahwa dalam perspektif Kristen, seorang hamba Tuhan adalah orang yang telah dibeli dari kekuasaan Iblis oleh Yesus Kristus, untuk kemudian mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan oleh Tuhan sebagai majikannya yang baru, “Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya. Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia” (I Korintus 7:22-23). Rasul Petrus, Paulus, Yakobus, Yohanes dan lainnya menyebut diri mereka sebagai hamba dari Yesus Kristus untuk melaksanakan misi memberitakan Injil (II Petrus 1:1; Roma 1:1; Yakobus 1:1; Wahyu 1:1).

Penggunaan kata hamba pada setiap orang percaya khususnya para pelayan Tuhan berarti menempatkan Tuhan selaku Tuan, yang harus dipatuhi tanpa syarat apapun yang menjadi kehendak-Nya, sebagai bentuk pengakuan terhadap kedaulatan-Nya. Sebab seorang budak yang mengakui seseorang sebagai tuannya, tanpa disertai ketaatan terhadap apa yang diperintahkan tuannya merupakan bentuk pemberontakkan.

Jadi orang percaya kepada Tuhan Yesus yang menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan sepenuh waktunya secara khusus juga disebut sebagai Hamba Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *