Sikap Seorang Pemenang

Sikap Seorang Pemenang

Sikap seseorang menentukan kinerja dan prestasinya. Sama seperti seorang pilot yang mengubah sikap sayap dan hidung pesawat ke atas, maka pesawat tersebut akan naik. Kinerja pesawat tersebut ditentukan oleh sikap sayap dan hidung pesawat tersebut. Demikian halnya dengan kemajuan dan pertumbuhan iman kita ditentukan oleh sikap kita, dalam hal merespon setiap masalah dan tantangan yang kita alamai dalam hidup kita. Apakah kita akan bersikap mengandalkan kekuatan diri sendiri, koneksi kita, kekayaan kita, atau kita mengandalkan Tuhan untuk menyelesaikan persoalan kita.

Rasul Paulus ketika menulis surat kepada jemaat di Filipi mengatakan, ”Hendaklah kalian berjiwa seperti Kristus” (Filipi 2:5). Kristus adalah teladan sempurna bagi kita untuk belajar bagaimana membangun sikap yang baik, yang akan meningkatkan iman, pertumbuhan rohani, maupun prestasi dan keberhasilan kita di dalam Tuhan. Mari kita meneladani sikap yang sehat yang dimiliki Kristus, yang menyebabkan Allah sangat memuliakan Dia ialah :

  • Dia tidak mementingkan diri sendiri (Filipi 2:3-4)

Tuhan Yesus tidak pernah melakukan segala sesuatu karena didorong oleh kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri.

  • Dia mantap (Filipi 2:6-7)

Walau sesungguhnya Ia adalah Allah yang turun kedunia, tetapi Ia tidak merasa bahwa keadaan-Nya yang Illahi itu harus dipertahankan-Nya. Sebaliknya Ia melepaskan semua itu dan Dia mau menjadi sama seperti manusia, supaya Ia dapat menyelamatkan manusia dari dosanya.

  • Dia Taat (Filipi 2:8)

Ia merendahkan diri, dan hidup dengan taat kepada Allah sampai mati, yaitu di kayu salib.

Di tengah-tengah perubahan jaman dan kesulitan yang sedang kita alami seperti pada saat ini, maka ketiga hal di atas merupakan sikap yang mutlak dimiliki oleh setiap anak Tuhan. Sikap seperti Yesus tersebut merupakan sikap seorang pemenang. Dan kita harus belajar mengembangkan sikap pemenang tersebut dalam kehidupan kita. Kalau tidak maka kita akan mengalami kekalahan, kegagalan, dan jatuh bangun di dalam dosa. Mari kita hidup di jalan kemenangan-Nya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *