Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.(Matius 26:41) Sebelum Tuhan Yesus diserahkan untuk disalib, Tuhan Yesus mengajar para murid bagaimana supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan, atau terbebas dari pencobaan. Karena sekuat-kuatnya seseorang belum tentu kuat ketika menghadapi pencobaan, apalagi ketika para murid sudah tidak lagi bersama-sama dengan Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus akan segera diserahkan untuk disalib. Apalagi di jaman sekarang ini manusia diperhadapkan kepada banyak pilihan yang mungkin itu sebuah pencobaan yang harus dihadapinya. Tuhan Yesus memberikan kunci untuk menghadapi pencobaan, yaitu berjaga-jaga dan berdoa. Oleh sebab itu kita harus memahami terlebih dahulu apaRead More →

“Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalan-Nya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (2 Tawarikh 7:14) Keadilan Allah berupa hukuman atas umat-Nya pada waktu umat-Nya mengalami kemerosotan moral, ketidak-acuhan rohani, dan kompromi dengan dunia harus ditegakkan. Hukuman itu berupa kekeringan, kemandulan, dan penyakit sampar. Akan tetapi kesetiaan Allah pada umat-Nya juga tetap berlaku, yaitu suatu janji yang bersyarat yang diberikan Allah kepada umat-Nya, dimana jika umat-Nya ingin mengalami pemulihan dan kebangunan rohani baik secara pribadi maupun secara nasional, maka langkah-langkah berikut harus dilakukan : Merendahkan diri.Read More →