Orang benar akan hidup oleh iman (Roma 1:17) Makan untuk hidup atau hidup untuk makan. Bukankah pertanyaan ini sering diajukan kepada kita, ataupun kita mengajukannya kepada orang lain? Bukan perkara makan atau tidak makan supaya kita hidup. Melainkan karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita hidup. Apabila dengan iman kita menerima Yesus ke dalam hati dan menyerahkan kehidupan kita untuk taat kepada-Nya, maka di dalam Dia kita menerima kehidupan Allah itu. Kehidupan itu bukan sesuatu yang baru akan diterima di sutu dunia yang lain atau mendatang. Hal itu adalah sesuatu yang dapat kita alami di dunia ini, sekarang juga. “”Barang siapa memiliki Anak (Yesus),Read More →

Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” (Markus 5:36) Takut dan percaya merupakan dua kata yang selalu bertentangan satu dengan yang lainnya. Ketakutan dan percaya tidak bisa berjalan seiring. Keduanya benar-benar berbeda. Bila kita hidup dengan percaya, maka ketakutan dengan segera menyingkir. Sebaliknya bila ketakutan menguasai maka kepercayaan kita akan luntur. Orang benar akan hidup oleh percayanya, yaitu oleh imannya. Ketakutan adalah lawan dari iman. Hidup dalam iman dapat juga diartikan sebagai hidup tanpa iman. Ketakutan mempunyai kekuatan untuk menarik dan mengambil hal-hal ysang berharga dalam hidup kita, seperti : damai sejahtera, sukacita, kebahagiaan, kasih, penguasaanRead More →

–sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat– (2Korintus 5:7) Di tengah-tengah pergumulan dan tantangan yang sedang kita alami saat ini, Allah ingin agar kita hidup dengan satu pengertian bahwa segala sesuatu adalah mungkin. Ketika sara tertawa mendengar kabar bahwa dirinya dan Abraham akan dikaruniai seorang anak, padahal mereka sudah sangat tua, malaikat menjawab, “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?…” (Kejadian 18:14). Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi, Dia pasti mampu melakukan-Nya. Tugas kita adalah percaya. Ishak dilahirkan ketika Abraham mendekati 100 tahun dan Sara 90 tahun. Hal yang sama jiga dialami oleh nabi Yeremia, ketika Allah mengutus Yeremia membeli sebidang tanahRead More →

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mazmur 67:4) Ketika semua harga barang naik dan kebutuhan meningkat, sementara gaji tidak naik, dapatkah kita mengucap syukur kepada Allah? Harusnya dapat, karena mengucap syukur adalah sikap hati, tidak tergantung situasi dan kondisi. Kita bersyukur karena mengerti bahwa segala sesuatu yang terjadi selalu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya. Kita juga bersyukur karena segala perbuatanNya adil dan benar. Kita patut besyukur karena hari ini masih bisa bernafas, sementara ada banyak orang yang terbaring di rumah sakit dengan bantuan tabung oksigen. Apa yang terjadi ketika kita mengucap syukur? Dengan bersyukur kita mengakui kedaulatan Allah atasRead More →

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mazmur 67:4) Ketika semua harga barang naik dan kebutuhan meningkat, sementara gaji tidak naik, dapatkah kita mengucap syukur kepada Allah? Harusnya dapat, karena mengucap syukur adalah sikap hati, tidak tergantung situasi dan kondisi. Kita bersyukur karena mengerti bahwa segala sesuatu yang terjadi selalu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya. Kita juga bersyukur karena segala perbuatanNya adil dan benar. Kita patut besyukur karena hari ini masih bisa bernafas, sementara ada banyak orang yang terbaring di rumah sakit dengan bantuan tabung oksigen. Apa yang terjadi ketika kita mengucap syukur? Dengan bersyukur kita mengakui kedaulatan Allah atasRead More →

Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. (Mazmur 20:7) Pada suatu waktu dalam hidup ini, setiap kita bisa saja menghadapi badai dalam bentuk situasi, keadaan, hambatan, masalah dan kesulitan. Biasanya badai tersebut datang untuk menyimpangkan kita dari jalur yang sudah ditetapkan Allah bagi kita. Badai datang untuk menghambat kita dan menghalangi penggenapan kehendak Allah atas diri kita, mencegah terlaksananya kehendak Allah, dan menghalangi kita melakukan apa yang Allah inginkan. Kadang-kadang badai ditimbulkan oleh Iblis. Tetapi kadang-kadang badai itu berkaitan dengan orang-orang lain, yaitu masalah-masalah yang timbul yang mempengaruhiRead More →