Barangsiapa setia dalam perkera-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkera-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. (Lukas 16:10) Dua ekor harimau suatu hari sedang berdiskusi, mereka membicarakan bagaimana cara memakan seekor gajah yang besar? Salah satu dari mereka berpikir, kalau langsungditelan tentu tidak bisa, ini sutu yang mustahil, tapi kalau bisa ini mungkin akan membuat perut kenyang untuk berbulan-bulan. Harimau yang lain berkata, kita harus memakannya sedikit-demi sedikit, satu gigitan demi satu gigitan. Sering orang menjadi frustasi ketika menghadapi masalah yang besar, karena mereka ingin menyelesaikan masalah itu secepat mungkin. Pastilah tidak akan pernah bisa. SegalaRead More →

Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” (Markus 5:36) Takut dan percaya merupakan dua kata yang selalu bertentangan satu dengan yang lainnya. Ketakutan dan percaya tidak bisa berjalan seiring. Keduanya benar-benar berbeda. Bila kita hidup dengan percaya, maka ketakutan dengan segera menyingkir. Sebaliknya bila ketakutan menguasai maka kepercayaan kita akan luntur. Orang benar akan hidup oleh percayanya, yaitu oleh imannya. Ketakutan adalah lawan dari iman. Hidup dalam iman dapat juga diartikan sebagai hidup tanpa iman. Ketakutan mempunyai kekuatan untuk menarik dan mengambil hal-hal ysang berharga dalam hidup kita, seperti : damai sejahtera, sukacita, kebahagiaan, kasih, penguasaanRead More →

–sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat– (2Korintus 5:7) Di tengah-tengah pergumulan dan tantangan yang sedang kita alami saat ini, Allah ingin agar kita hidup dengan satu pengertian bahwa segala sesuatu adalah mungkin. Ketika sara tertawa mendengar kabar bahwa dirinya dan Abraham akan dikaruniai seorang anak, padahal mereka sudah sangat tua, malaikat menjawab, “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?…” (Kejadian 18:14). Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi, Dia pasti mampu melakukan-Nya. Tugas kita adalah percaya. Ishak dilahirkan ketika Abraham mendekati 100 tahun dan Sara 90 tahun. Hal yang sama jiga dialami oleh nabi Yeremia, ketika Allah mengutus Yeremia membeli sebidang tanahRead More →

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mazmur 67:4) Ketika semua harga barang naik dan kebutuhan meningkat, sementara gaji tidak naik, dapatkah kita mengucap syukur kepada Allah? Harusnya dapat, karena mengucap syukur adalah sikap hati, tidak tergantung situasi dan kondisi. Kita bersyukur karena mengerti bahwa segala sesuatu yang terjadi selalu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya. Kita juga bersyukur karena segala perbuatanNya adil dan benar. Kita patut besyukur karena hari ini masih bisa bernafas, sementara ada banyak orang yang terbaring di rumah sakit dengan bantuan tabung oksigen. Apa yang terjadi ketika kita mengucap syukur? Dengan bersyukur kita mengakui kedaulatan Allah atasRead More →

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mazmur 67:4) Ketika semua harga barang naik dan kebutuhan meningkat, sementara gaji tidak naik, dapatkah kita mengucap syukur kepada Allah? Harusnya dapat, karena mengucap syukur adalah sikap hati, tidak tergantung situasi dan kondisi. Kita bersyukur karena mengerti bahwa segala sesuatu yang terjadi selalu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya. Kita juga bersyukur karena segala perbuatanNya adil dan benar. Kita patut besyukur karena hari ini masih bisa bernafas, sementara ada banyak orang yang terbaring di rumah sakit dengan bantuan tabung oksigen. Apa yang terjadi ketika kita mengucap syukur? Dengan bersyukur kita mengakui kedaulatan Allah atasRead More →

Kata hamba dalam Kitab Perjanjian Lama menggunakan kata Ibrani eyed yang berarti seseorang yang bekerja untuk keperluan orang lain, untuk melaksanakan kehendak orang lain. Seorang hamba selain bekerja untuk tuannya, ia juga sekaligus menjadi milik tuannya. Kata eyed dalam penggunaan umumnya berarti budak. Sedangkan kata hamba dalam bahasa Yunani menggunakan kata doulos yang mempunyai arti orang yang bergantung pada orang lain, seseorang yang tidak memiliki lagi hak atas dirinya sendiri karena dimiliki penuh oleh tuannya. Dalam penggunaannya kata hamba Tuhan sering dipakai untuk menunjukkan kerendahan diri dan hati seseorang di hadapan Tuhan, “Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup…” (Mazmur 119:17; Keluaran 4:10). KataRead More →