Tak Pernah Ditinggalkan-Nya

Tak Pernah Ditinggalkan-Nya

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. (Mazmur 27:10)

Bila kita berkali-kali dikhianati oleh orang yang kita kasihi, kemungkinan sikap kita bisa berubah menjadi biasa-biasa saja terhadap orang tersebut, atau bahkan menjadi acuh tak acuh. Harapan kita pasti selalu merindukan orang-orang yang kita kasihi dan kita cintai juga mengasihi dan mencintai kita, tetapi kenyataan hidup bisa berubah menjadi sebaliknya.

Kalau tindakan khianat ternyata sangat menyakitkan, bahkan membuat hati mengalami kepahitan, maka janganlah sekali-kali kita membuat orang yang paling dekat dengan kita mengalami hal yang menyakitkan karena kita telah tidak setia lagi bahkan sampai mengkhianati mereka.

Tetapi sadarkah kita, bahwa sesungguhnya kadangkala kita juga bisa menyakiti orang yang mengasihi kita tanpa batas. Siapakah Dia? Tuhan Yesus adalah pribadi yang sangat mengasihi kita. Kasih-Nya tidak tergantung pada kasih kita kepada-Nya. Kapan kita menyakiti hati-Nya? Pada saat hidup kita tidak melekat dengan Tuhan. Saat kita meninggalkan dan mengacuhkan Tuhan. Oleh sebab itu senangkanlah hati Tuhan, mari kita melangkah lebih dekat lagi dan melekatkan diri dengan Tuhan Yesus. Karena Dia tidak pernah meninggalkan kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *